DIA KEMBALI LAGI

Posted: 2 Ogos 2011 in IBADAH, UMUM

  Assalamualaikum wbt…dan salam Ramdhan di hari kedua…cikgu harapkan kalian semua sihat dan ceria menunaikan Rukun Islam yang ketiga iaitu puasa bulan Ramdhan…alhamdulillah kerana Allah SWT masih lagi memberi kesempatan dan nikmat di dunia ini untuk meneruskan kehidupan kita sebagai hambaNya…Alhamdulillah…

dan setinggi kesyukuran juga dipanjatkan kepada Allah SWT kerana kita masih lagi dipanjangkan umur untuk bertemu dengan Ramadhan pada tahun 1432H/ 2011M ini…moga2 Ramadhan tahun hadapan kita juga sempat menikmatinya…

dan cikgu pula, ini adalah tahun pertama meraikan Ramadhan sebagai seorang guru di bumi kenyalang, Sarawak…memang terasa sedikit kelainan…dengan keadaan cuaca yang agak panas sekarang, ditambah pula kedudukan rumah cikgu di persisiran muara sungai, bahang air laut memang memedihkan kulit…namun itu semua tak menjadi satu masalah yang bekecil sahaja ujian ini kalau nak dibandingkan dengan orang lain yang lebih kelaparan di panas terik…Ramadhan adalah sekolah untuk mendidik jiwa kita bermuhasabah, mengenal kembali siapa diri kita yang sebenar di muka bumi ini…

moga Ramadhan kali ini menjadikan kita seorang insan yang lebih menghargai kehidupan ini dalam melunaskan ketaatan kepadaNya…

-Salam Ramdhan 1432H-

Firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 45:-

واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) Dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan Sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang Yang khusyuk;”

masuk bulan ke3 saya di bumi Sarawak menabur bakti sebagai pendidik…alhamdulillah, Allah dah makbulkan impian saya utk menjadi guru. Namun, berada jauh dari kampung halaman, bukan mudah untuk sesuaikan diri dengan persekitaran dan adat masyarakat yang tak pernah tercapai akal sebelum ni. kali pertama sampai sewaktu pendaftaran di IPG ,Kota Samarahan Januari lalu, saya sedih, keliru dan rasa kecewa..kenapa saya berada disini? kenapa bukan di tempata pilihan saya?

namun, setelah dipujuk dan disuntik semangat, akhirnya saya tersedar dan bangkit dari kesedihan…saya sedar dan sepatutnya saya kena bersyukur sebab saya adalah pilihan Allah untuk menyambung menyampaikan risalahNya. saya betulkan niat saya, saya set up semula minda saya, tujuan saya menjadi guru…

S.A.B.A.R + R.E.D.H.A >>>> sabar menjadi kunci buat hati saya kental menerima ketentuan perjalanan hidup saya bergelar guru…redha Allah menjadi matlamat saya agar segala niat, tujuan, tugas dan amalan saya diterimaNya…

bukan senang nak membentuk kesabaran..terkadang pahit dan sakit sangat…sabar berjauhan dari insan-insan yang disayangi, sabar dengan cabaran dan kesulitan yang dihadapi…

masih saya ingat lagi, sejak saya sedar dan memujuk hati bahawa guru adalah da’i, dan saya pahatkan dalam hati bahawa ramai insan-insan disini memerlukan ilmu, Allah beri kemudahan kepada saya sewaktu berangkat di mana sekolah saya di tempatkan… walau dalam kepenatan, saya bersyukur sangat…tak ada halangan berat yang dihadpi kecuali sedikit penat kerana terpaksa bangun awal untuk bergerak ke kampung ini dan seharian tak sempat menjamah sebarang makanan…

namun, saya percaya kerana SABAR saya masih tegar berada di sini…
kerana SABAR saya mahu di sini…
kerana SABAR saya bangga menjadi guru di sini…

SK Lela Pahlawan, Lingga
94900 Sri Aman Sarawak.

♥ cikgu sabar ♥

SYARIAT TERJAGA, MARUAH TERPELIHARA

Posted: 24 November 2010 in UMUM

Lihat ada sebuah jam berjenama yang dipamer di sebuah kedai..Diletakkan dalam almari kaca, dijaga dari berhabuk, ditutup agar tiada tangan-tangan yang kasar menyentuhnya…Begitulah sesuatu yang berharga, dilindung, dipelihara…Namun, tubuh manusia??? Tidakkah ia suatu yang berharga?Bahkan lebih mahal dari seutas jam tangan Polo Club, Alfio Rado dan sebagainya…Baik lelaki mahupun wanita masing-masing perlu menutup tubuh badan bukan sahaja untuk berlindung dari panas dan hujan tetapi lebih kepada menjaga maruah dan kehormatan diri…

Sakit juga sepasang mata ini melihat sang lelaki, berseluar pendek.Walaupun seluar yang dipakainya melepasi etika pakaian lelaki Islam, tidaklah terlalu pendek sehingga nampak pehanya, namun bukankah lebih baik berseluar panjang lengkap..Itukan lebih “smart” dari mempamerkan bulu-bulu betis yang entah apa jenisnya..Lurus tak lurus, kerinting tak kerinting…Kalau boleh “rebonding” cantik jgk kot…Bila ditanya, kenapa pakai seluar pendek macam ni??Jawabnya:”Mana ada.Kan bawah lutut ni”..”habis, bulu betis tu nak tayang kat sape?kalau cantik tak pe la jugak..” “Ala, biasa la pakai macam ni.Ikut trend?..Kesian, habis dia buat free show kat public..Pakai kat dalam rumah cukuplah, tak payah nak tayang-tayang kat orang.Ini tak, bangga pulak boleh pakai macam tu, siap pergi pasar..

Lelaki juga perlu menutup tubuh sebaiknya, apatah lagi pelengkap rusuk kirinya, wanita..Peliharalah aurat dan tubuh mu sebagaimana kehendak Pencipta, bukan mengikut citarasa, kerana yang demikian itu pastinya, SYARIAT TERJAGA, MARUAH TERPELIHARA…

***suka lelaki berseluar slack…

1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, berdo’a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati
menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya

2. Sholat tahajud
Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan
tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam
didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri
ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-
urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap
kepada-Nya.

3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita.
Dan dapat secepat kilat menjemput.

4. Membayangkan tidur di dalam kubur.
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat
kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat
menerangi kita di alam kubur nanti.

5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan
tidak mengikuti perintah-Nya.?Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa
neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah
bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu
dijalan-Mu?

6. Membayangkan surga-Nya.
Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding
dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita
dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan
Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin

7. A) Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu
satu kali (minimal), dua kali atau lebih. Insya Allah… dengan
mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan
keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah
SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus
dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan
mengikuti tausyiah, pengajian dsb.

b)Bergaul dengan orang-orang sholeh.
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa
turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita
tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya
dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk
makin dekat kepada-Nya.

8. Membaca Al Qur’an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
Insya Allah dengan membaca Al Qur’an dan maknanya, akan menjadikan
kita makin dekat dengan-Nya

9. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain
dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan
Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat
meningkatkan keimanan kita.

10. Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti
Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.

11.  Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita
(tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa
ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu
ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke
perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya
Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas
semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan
kembali ke jalan-Mu ya Allah.

12.  Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah
SWT Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah.
Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa
bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga,
masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca
indera mata, hidung, telinga dan…masih bisa bernafas (masih diberi
kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak
berterimakasih pada-Nya.

 

Wallahua’lam….

“suami soleh menulis?
Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah isteri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda.Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh urat-urat kepenatan kerana seharian tubuhnya tidak berkesempatan untuk istirehat barang sekejap, Jikalaulah tidak ada air wudhu’ yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tiada lagi.
suami soleh menulis

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih isteri Anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya.

Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bondanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan najis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi kencing lagi. Padahal tangan isteri Anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda fikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng, sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi isteri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai isteri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban isteri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak mahu mengajak Anda membiarkan isteri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak.

Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahawa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan
untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit kerana cubitannva yang bikin sakit.

Apa ertinya? Benar, seorang isteri solehah memang tidak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai dengeng. Tetapi isteri solehah tetap manusia yang memerlukan penerimaan.

Ia juga perlu diakui, meski tidak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, perlukan telinga yang mahu mendengar.

Kalau kegelisahan jiwanya tidak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tidak pernah Anda akui kewujudannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan isteri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, isteri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tidak mahu mendengar, melainkan semata-mata kerana dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkuk yang dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasihat yang perlu kita berikan.

Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bondanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang.

Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan fikirannya, agar ia masih tetap memiliki tenaga untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat mana pun ia..

Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bahagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah isteri Anda yang terbaring letih itu. Lalu fikirkankah sejenak, tidak adakah yang bisa kita lakukan sekadar untuk mengucap terima kasih atau menyatakan sayang?

Boleh dengan kata yang berbunga-bunga, boleh juga tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sudu teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, “Ada secangkir minuman hangat untuk isteriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?”

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekadar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, Mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tidak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum menghantarkannya ke nursery/tadika, itu bukan kerana gender-friendly; tetapi semata-mata kerana mencari ridha Allah.

Sebab selain niat ikhlas kerana Allah, tidak ada ertinya apa yang kita lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.

Allaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah kepada Anda.Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahawa dialah yang terkasih.

Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tidak ada airmata duka yang menitis dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tidak ada lagi isteri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal kerana merasa tidak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak isteri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bonda ‘Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., “Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.”

Sesudah engkau puas memandangi isterimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan jalur-jalur penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirehatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh isterimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk lelaki yang mulia, kerana tidak akan memuliakan wanita kecuali lelaki yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang isteri kita.

“Wahai manusia, sesungguhnya isteri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,”kata Rasulullah Saw. melanjutkan, ‘kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus isteri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”

Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepada Allah Taala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya, ataukah kita mengabaikannya sehingga gurat-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya?

Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk isteri? Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami saya sudah cukup baik. Jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata isteri. Saya hanya berharap isteri saya benar-benar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. Indahnya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya. Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk isteri Anda.

HAL-HAL YANG DILUPAKAN

Posted: 16 Ogos 2010 in HAQAIQ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(24;30)
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya..”(24;31)
Keredhaan Allah terletak pada keredhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua.(HR. Al Hakim)
Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka.(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cubaan yang dia tak tahan menderitanya.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum lelaki daripada godaan wanita.(HR. Bukhari dan Muslim)
Setiap kali menjelang pagi dua malaikat berseru: “Celaka laki-laki dari godaan wanita dan celaka wanita dari godaan laki-laki.” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)
Mungkin pelampiasan nafsu syahwat sebentar boleh mengakibatkan kesedihan yang lama.(HR. Al-Baihaqi)
Janganlah laki-laki berduaan dengan perempuan (lain) kecuali perempuan itu didampingi mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan perjalanan (musafir) kecuali didampingi mahramnya.(HR. Muslim)
Barangsiapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla.(HR.Ibnu Baabawih)
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syaitan.(HR. Abu Dawud)
Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi: “Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis.
Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.(HR. Al Hakim)
Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan tuli.(HR. Ad-Dailami)
Rasulullah Saw bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau shalat.(HR. Ahmad)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya;yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(24;30)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya..”(24;31)

Keredhaan Allah terletak pada keredhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua.(HR. Al Hakim)

Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka.(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cubaan yang dia tak tahan menderitanya.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum lelaki daripada godaan wanita.(HR. Bukhari dan Muslim)

Setiap kali menjelang pagi dua malaikat berseru: “Celaka laki-laki dari godaan wanita dan celaka wanita dari godaan laki-laki.”(HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)

Mungkin pelampiasan nafsu syahwat sebentar boleh mengakibatkan kesedihan yang lama.(HR. Al-Baihaqi)

Janganlah laki-laki berduaan dengan perempuan (lain) kecuali perempuan itu didampingi mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan perjalanan (musafir) kecuali didampingi mahramnya.(HR. Muslim)

Barangsiapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla.(HR.Ibnu Baabawih)

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syaitan.(HR. Abu Dawud)

Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi: “Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.(HR. Al Hakim)

Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan tuli.(HR. Ad-Dailami)

Rasulullah Saw bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau shalat.(HR. Ahmad)

Untukmu Bakal ‘Imam’ku yang tiada siapa mengenali termasuklah diri ini, dirimu di dalam  rahsia penciptamu..
rahsia yang telah ditentukan untukku, yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sepenuh sungguhan sujudku,
hanya jambatan istikharah yang bisa merungkai rahsia ini….
Ketahuilah wahai mujahidku,Ketahui namamu tidak menjadi idamanku, apa lagi untuk menatap wajahmu,
Menggeletar diri ini apabila terfikirkan azab Allah, justeru diri ini amat bersyukur kerana masih tidak di
takdirkan sebarang pertemuan sedar antara kita,
ku bimbang andai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu,
sungguh kita menempah siksaan Allah. Ya Tuhan kami, lindungi kami…
Biar bertahun lama yang ku tunggu bukan dirimu,
tetapi yang ku tunggu adalah lafaz akad yang akan membimbing diri
ini ke Jannah Allah.Apalah ertinya perasaan kasih yang bersemi untukmu bakal suamiku
andai maharnya bukan kemampuanmu untuk
mendidikku menjadi mujahidah yang mencintai DIA lebih dari segala…
Bersamalah kita bersyukur, bersyukur dengan mencintai DIA lebih dari segala isi dunia dan dunia ini…
kerana, akan hilang erti pada sebuah kehidupan andai cinta dari Allah tidak kita balas,
sedangkan cinta sementara bisa mmelukakan hati,
sepatutnya hati-hati kita robek sudah kerana gagal membalas segunung cinta dari DIA Maha Esa…
relevankah wanita seperti ini dan impiannya?

Untukmu Bakal ‘Imam’ku yang tiada siapa mengenali termasuklah diri ini, dirimu di dalam  rahsia penciptamu..rahsia yang telah ditentukan untukku, yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sepenuh sungguhan sujudku, hanya jambatan istikharah yang bisa merungkai rahsia ini….
Ketahuilah wahai mujahidku,Ketahui namamu tidak menjadi idamanku, apa lagi untuk menatap wajahmu, Menggeletar diri ini apabila terfikirkan azab Allah, justeru diri ini amat bersyukur kerana masih tidak di takdirkan sebarang pertemuan sedar antara kita,ku bimbang andai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu, sungguh kita menempah siksaan Allah. Ya Tuhan kami, lindungi kami…
Biar bertahun lama yang ku tunggu bukan dirimu,tetapi yang ku tunggu adalah lafaz akad yang akan membimbing diri ini ke Jannah Allah.Apalah ertinya perasaan kasih yang bersemi untukmu bakal suamikuandai maharnya bukan kemampuanmu untuk mendidikku menjadi mujahidah yang mencintai DIA lebih dari segala…

Bersamalah kita bersyukur, bersyukur dengan mencintai DIA lebih dari segala isi dunia dan dunia ini…kerana, akan hilang erti pada sebuah kehidupan andai cinta dari Allah tidak kita balas, sedangkan cinta sementara bisa mmelukakan hati,sepatutnya hati-hati kita robek sudah kerana gagal membalas segunung cinta dari DIA Maha Esa…

relevankah wanita seperti ini dan impiannya?